Juli 18, 2009
...indonesia unite...
Diposkan oleh aNas di 21:16 0 komentar
Label: indonesia unite
Juli 14, 2009
...i'm home...
Diposkan oleh aNas di 14:17 0 komentar
Label: bingung, ceritaku, ga apal lirik
Juni 26, 2009
...iklan capres...
lagi banyak beredar iklan capres en cawapres yah..
aku suka iklan-iklan yang memberikan motivasi..
- iklan Pak SBY-Boediono, yang mengucapkan terima kasih buat rakyat atas perjuangan mereka sendiri. Good job buat yang punya ide, sekali-kali pemimpin harus tau berterima kasih pada rakyatnya. jangan cuma membanggakan diri sendiri.
- iklan Pak JK-WIN, yang bilang kalo Indonesia itu cinta produk dalam negeri, betul banget pak. kalo bukan kita yang cinta siapa lagi? setuju juga kalo dibilang Indonesia negara yang hebat. jadi kita harus bisa mandiri, tak boleh bergantung. I Love it..
Diposkan oleh aNas di 12:36 0 komentar
Label: politik
Juni 13, 2009
...update...
Pertama, mau bilang turut berduka cita atas jatuhnya pesawat/helikopter TNI yang kesekian kalinya. Gak ngerti kenapa dengan alutsista kita (hmph sebenarnya singkatan yang bener itu alutsista atau alusista, lain-lain nih ngomongnya). Untuk pemerintah tercintaku, Bapak SBY en Bapak JK tolong dong diperhatikan. Jangan sampe anekdot yang bilang *gak usah perang di Indonesia toh pesawatnya jatuh sendiri juga* semakin terbukti. Buat keluarga korban, yang sabar yah. Yang pasti mereka wafat saat menjalankan tugasnya, berbanggalah.
Oh ya, tanggal 22 ini aku UAS. Dan kali ini UASku berlangsung 3 minggu. Gara-gara ada SNMPTN, sebagai salah satu universitas negeri otomatis kampusku dipake. Yang bikin sebal adalah UASku berakhir tanggal 9 Juli (sebenarnya sih berakhir semua tgl 11 Juli) yang berarti aku gak bisa ikut nyontreng. Hik hik. Jadi gak bisa mendukung kampanye “Lanjutkan!” dong. Hihi kok jadi kampanye yah, aku nyumbang doa en dukungan aja yah Bapak Sby en Bapak Budiono. Buktikan kalo duet militer en ekonom bisa berjalan dengan baik.
Aku kok tambah sebel yah sama salah satu pasangan capres-cawapres. Kayaknya mereka cari masalah terus sama pasangan lain. Deklarasi pemilu damai kemaren kok malah membuat suasana panas. Nonton debat tim kampanye para capres en cawapres di TV one soal hal ini malah bikin keki. Ketauan banget bohongnya, awalnya bilang gak tau tentang materi monolog Pak Butet eh ternyata Pak Butetnya bilang kalo dia sudah menunjukkan garis besar materinya ke tim kampanye. Mereka juga memakai waktu kampanye yang amat sangat berlebihan. Sampai 2x lipat dari waktu yang diberikan. Buset dah itu pasangan kenapa gak bisa kampanye dengan lebih beradab sih. Katanya tangguh bagai banteng dan melihat tajam laksana garuda. Tapi kok setiap kampanye pasti menyindir terus.
Dan kalau ketemu capres itu aku pengen tanya. KENAPA KAMU JUAL INDOSAT KE ASING? Supaya APBN gak minus? Biar keliatan kinerjamu bagus? Kita jadi gak punya pendapatan yang seperti dulu dong. Sebagai mahasiswi aku setuju banget kalo cawapres ini bilang bakal mencabut UU BHP, tapi mungkin harus dipikirkan lebih baik soal janji ini. Pencabutan UU gak semudah nyabut paku di dinding. Aku bakal lebih respect kalo dia bilang akan mempertimbangkan UU ini, takutnya ini bakal jadi bumerang kalo gak kejadian.
Aku mendukung Ibu Prita Mulyasari, jangan sampai kebebasan mengeluarkan pendapat dikekang. Soal ini memang agak-agak susah yah, soalnya kan kadang-kadang kebebasan mengeluarkan pendapat disalahgunakan. Tapi aku rasa kasus ini bukan kebebasan mengeluarkan pendapat yang disalahgunakan. Buat RS OMNI, aku rasa mereka sedang mengantarkan dirinya ke jurang yang terjal. Kalo saja mereka bisa lebih professional menanggapi keluhan dari pasien, menyelesaikan dengan cara damai tanpa perlu membesar-besarkan masalah aku rasa gak bakal begini jadinya. RSnya gak perlu sesepi ini, biaya yang mereka keluarkan tidak perlu sebesar ini. Berapa banyak biaya yang perlu mereka keluarkan? Biaya untuk advokasi, dan yang terbesar adalah biaya kehilangan pelanggan. Aku belajar kalo salah satu biaya yang harus ditekan sekeras mungkin adalah biaya kehilangan pelanggan. Karena dampaknya itu bukan hanya satu periode tapi dampaknya bisa berkelanjutan. Hmm muncul lagi kasus-kasus OMNI yang lain yah, soal OMNI menuntut keluarga pasien yang telah meninggal. Mereka dianggap tidak mau bayar, padahal dari pihak keluarga cuma ingin rincian yang jelas dari biaya yang dikeluarkan. Masa sih oksigen tiap hari ganti, resep obat tiap hari ganti dll. Teruus kasus lain tentang OMNI dituntut Ibu bayi kembar yang konon katanya anaknya buta gara-gara malpraktik dokter OMNI. Ya sudahlah, biar kasusnya bergulir. Kita bakal tahu siapa yang benar dan salah.
Setuju banget sama Ajeng en Steph, kalo perang itu bukan jalan terbaik untuk menghadapi Malaysia. Mengutip kata SBY kalo Ambalat itu harga mati, memang. Gak boleh pulau lain lepas lagi dari kita. Tapi usahakan diplomasi dulu sampai maksimal banget, baru kemudian kita pikirkan soal perang. Good sidenya adalah sekarang nasionalisme bangsa kita meningkat, mulai dari kasus Manohara, TKI, dan Ambalat ini jadi bikin kita lebih aware sama negeri kita tercinta. Lebih bisa menghargai apa yang kita punya. There always a rainbow after rain kan. Tapi ingat jangan sampai nasionalisme kita mendorong kita ke arah yang salah. Oh ya, melihat berita tentang patroli TNI di Ambalat terus kapal Malaysia masuk ke wilayah kita dll bikin aku jadi deg-degan banget. Ambalat itu masuk wilayah Kaltim, propinsiku. Kalo ada apa-apa pasti daerahku dulu yang kena dampaknya. Pray for the best lah. God bless us.
Hmm ada yang punya masukan gak tentang enaknya pake internet apa? Sekarang aku lagi pakai internet via starone en m3. murah sih, tapi leletnya minta ampun. I’m currently thinking about telkomsel flash, IM2 or smart telecom. Ada yang punya pengalaman dengan itu. Please let me know.
Oke oke, kembali ke tugas. Ada 2 tugas besar sebelum UAS nanti. Yang pertama long term paper Sistem Informasi Manajemen, mengambil tema e-learning. Susahhhh.. terus makalah Pemeriksaan Manajemen tentang Working Paper. Oh Tuhan tunjukanlah jalanmu. Semoga minggu ini selesai jadi minggu depan bisa santai-santai. Pray for me. Amien.
Diposkan oleh aNas di 10:26 2 komentar
Mei 28, 2009
...kalau aku jadi presiden...
Kalau aku jadi presiden, akan membuat kebijakan tentang bahan bakar bersubsidi. Mobil-mobil akan diberi label khusus, yang berharga di atas 200 juta HARUS menggunakan pertamax atau pertamax plus dan tidak boleh menggunakan premium bersubsidi. Kalo mampu beli mobil mewah, masa kagak mampu beli BBM non subsidi??
Kalau aku jadi presiden, aku akan lebih menggalakkan pajak. Akan menambah jumlah pegawai pajak yang handal, harus dihilangkan penggelapan pajak. Laporan keuangan perusahaan yang mencurigakan HARUS diperiksa. Masa ada perusahaan yang kompensasi rugi fiskalnya tidak habis-habis bertahun-tahun belum bangkrut. Selain self assesment, official assessment harus juga dilaksanakan. Ingat! Sistem pajak kita bukan hanya self assessment, masih ada official assessment dan with holding. Gaji yang tinggi pegawai pajak harus ada hasilnya.
Kalau aku jadi presiden, pendidikan dasar 12 tahun harus benar-benar GRATIS untuk sekolah-sekolah negeri. Sekolah swasta mah, lain urusan. Jumlah murid per kelas juga harus dibatasi, maksimal 25-30 orang per kelas. Dengan kata lain jumlah guru dan sekolah harus ditambah. Soal dana? Urusan gampang. Pajak kita kan udah naik.;p selain kuantitas, kualitas guru dan sekolah juga harus diperbaiki. Harus ditetapkan standar tertentu bagi sekolah, juga standar tertentu bagi guru. Gedung sekolah yang rusak harus diperbaiki, yang kurang lengkap harus dilengkapi. Guru minimal Sarjana, kepala sekolah minimal S2. guru juga tidak boleh pulang seenaknya, tidak ada jadwal mengajar bukan berarti hari libur. Setiap guru harus masuk tiap hari untuk mempersiapkan materi pelajaran, dan agar dapat menerima masukan dan pertanyaan dari murid. Mereka memang pahlawan tanpa tanda jasa, tapi bukan berarti mereka hanya bisa menuntut tanpa memberikan yang maksimal kan? Oh ya, tenang saja. Guru honorer lebih dari 1 tahun akan diangkat menjadi guru tetap. Hmm apa lebih dari 6 bulan yah? ;)
Kalau aku jadi presiden, aku akan mengawasi para PNS dengan lebih ketat. Gak ada ceritanya PNS bisa keliaran di jam kerja, pulang lebih cepat dan hanya santai-santai saja. Gemes juga rasanya melihat PNS “tertangkap” melulu di John Pantau. Pengalaman pribadi juga waktu KKN di kelurahan, melihat kantor kelurahan sudah sepi padahal baru jam 3. pengalaman dari kakak juga waktu wawancara di kantor pemerintah kota, kerjaan PNS hanya ngobrol ngalur-ngidul. Bandingkan dengan kerja keras pegawai swasta yang gaji dan fasilitasnya tidak setinggi PNS, mereka bahkan tidak mendapat pensiun.
Kalau aku jadi presiden, aku akan meningkatkan kinerja KPK. RUU Tipikor harus segera disahkan, jangan sampai KPK dibubarkan karena nanti keenakan DPR dong. Pengadilan Tipikor harus lebih tegas dan tidak bertele-tele.
Kalau aku jadi presiden, DPR akan lebih diawasi. Tidak ada ceritanya kursi kosong dibiarkan saat rapat. Tidak hadir tanpa alasan akan diberi sanksi, begitupun pada dengan yang tidur saat rapat. Hei! Mereka digaji besar untuk mengabdi, bukan untuk tidur. Mobil dinas lama yang diganti baru juga akan diawasi. Mobil dinas tersebut harus dilelang dengan harga pasar, bukan dibeli dengan harga yang sangat murah oleh anggota DPR.
Kalau aku jadi presiden, fasilitas kesehatan dan rumah sakit untuk yang tidak mampu harus GRATIS. Tidak perlu birokrasi yang bertele-tele. Dokter yang dipekerjakan harus berkualitas, bukan dokter yang ecek-ecek karena honornya murah.
Kalau aku jadi presiden, bea impor akan dinaikkan. Haha, tidak segampang itu memasukkan barang ke Indonesia kawan.*senyum licik*. Barang tertentu seperti alat kesehatan dan pendidikan akan diatur khusus. Industri dalam negeri terutama industri kecil harus dilindungi dan dikembangakan. Hmm PPN ekspor udah 0% yah?? Berarti cukup untuk mendorong ekspor ke luar negeri.
Sekian visi dan misi dari aku. Contreng aku yah tanggal 8 Juli nanti. Ingat! Contreng Nomor empat!
Ps: sepertinya ini terlalu ekonomi yah? Maklumi saja hanya itu bidang yang (lumayan) dikuasai.
Diposkan oleh aNas di 14:22 0 komentar
Label: politik
Mei 18, 2009
...skin baru...
hanya sementara, sampai dapat yang lebih lucu. ;p
big thanks to Steph, yang udah bantuin aku yang lemot ini. haha
Diposkan oleh aNas di 15:51 0 komentar
...SBY tidak Berboedi lagi...
kalo mau tau lebih jelas buka aja ini
Ps: judul artikel ini aneh. seakan-akan SBY udah bukan orang yang berbudi lagi.. hehe
Diposkan oleh aNas di 14:11 0 komentar

picture taken from